1. INTRODUCTION

Gambar: Pixabay

Memulai Bisnis Afiliasi

Untuk memulai, idealnya anda perlu sebuah website, namun seiring berjalan waktu, sekarang pelaku bisnis ini cukup memiliki blog. Pada konten, anda perlu membahas produk yang bervariasi, memberikan rekomendasi, menjabarkan review produk dengan detail, melakukan perbandingan produk dan sebagainya.

Anda akan memiliki link afiliasi khusus untuk setiap produk yang anda promosikan. Link afiliasi ini memiliki sistem pelacakan untuk memastikan anda mendapatkan hak anda dari setiap transaksi melalui link afiliasi anda. Ketika visitor klik link afiliasi anda dan melakukan transaksi, maka advertiser bisa mengetahui transaksi tersebut berasal dari anda.

Sistem pelacakan ini menggunakan cookie yang memiliki batas waktu tertentu (biasanya 30 hari) sehingga apabila visitor melakukan klik hari ini dan melakukan transaksi seminggu kemudian, selama visitor masih menggunakan gadget yang sama, maka transaksi tetap tercatat melalui link anda.

 

Cookie

Merupakan teknologi yang bekerja di browser untuk menyimpan informasi seperti hal yang disukai pengguna berdasarkan (jenis halaman/web yang dibuka), informasi registrasi, isi belanja dan sebagainya. Anda pernah ditawarkan browser untuk “save password” login akun sosial media anda? Itulah Cookie. Atau anda pernah sedang membuka website obyek wisata, tiba-tiba muncul banner yang menawarkan paket diskon wisata dari travel agent tertentu? Banner tersebut muncul karena browser anda sudah ada Cookies dari browsing anda sebelumnya. Cookie ini tidak berbahaya untuk komputer / gadget anda.

Fungsi cookies adalah mencatat visitor yang klik link afiliasi publisher. Cookies juga mencatat data tanggal dan waktu visitor melakukan klik, bahkan juga mencatat website apa saja yang pernah dikunjungi atau konten jenis apa yang sering dibuka. Ada banyak jenis dan kegunaan Cookies, yang dipakai pada marketing afiliasi adalah jenis first-party cookie. 

Sampel link dibawah menunjukan proses pelacakan yang digunakan dalam dunia afiliasi :

 

<a href="http://www.tkqlhce.com/click-5377085-10590299?sid=012-123" target="_blank"> webservices.cj.com</a><img border="0" height="1" src="http://www.ftjcfx.com/image-5377085-10590299" width="1" height="1" border="0" />

 

PID (Publisher website ID) 5377085

Menunjukan identitas website publisher. Anda yang memiliki beberapa website dalam satu akun afiliasi, akan memiliki beberapa PID.

 

AID (Ad ID) 1050299

Merupakan angka identitas link yang memungkinkan perusahaan afiliasi untuk melacak dan mencatat performa publisher sekaligus mencatat transaksi yang terjadi. Setiap link memiliki ID nya sendiri-sendiri sehingga perusahaan afiliasi bisa mengidentifikasi iklan (advertiser) transaksi tersebut.

 

SID (Shopper ID) 012-123

Memungkinkan publisher mengetahui pelaku action afiliasi (konsumen) mereka sehingga publisher bisa melakukan retargeting atau memberikan penghargaan (reward). Ketika visitor melakukan action, transaksi dilacak dan dicatat oleh perusahaan afiliasi. 

Jadi target utama marketing afiliasi adalah mendapatkan sebanyak mungkin visitor yang klik link afiliasi anda, mengunjungi website advertiser dan melakukan transaksi / action. Ini artinya bisnis afiliasi akan lebih efektif apabila blog / website anda memiliki traffic yang tinggi. Semaikin tinggi traffic, semakin banyak jumlah klik, kemungkinan terjadi action pun semakin besar.