1. INTRODUCTION

Dalam bisnis apapun akan ada peraturan yang harus dipatuhi oleh pelakunya, termasuk di bisnis marketing afiliasi. Sebagai pelaku marketing afiliasi, anda juga perlu mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan dalam menjalani afiliasi anda. Pelanggaran peraturan ini bukan hanya beresiko anda tidak mendapatkan komisi yang sudah susah payah anda dapatkan, tapi juga beresiko anda kehilangan bisnis afiliasi anda.

Hal yang dilarang

Beberapa hal yang dilarang dalam bisnis marketing afiliasi antara lain :

Fraud

Fraud (kecurangan) dalam dunia afiliasi didefinisikan sebagai aktivitas ilegal yang dirancang untuk menipu advertiser / konsumen atau pembeli. Contoh praktek yang sudah dikategorikan sebagai kejahatan (crime) ini antara lain:

  1. Mengirim lead / action palsu. Publisher melakukan klik pada campaign menggunakan software yang mampu menstimulasikan klik seolah terjadi secara alami. Jenis fraud seperti ini banyak terjadi pada campaign CPC.
  2. Publisher melakukan klik sendiri. Masih dari yang sering terjadi di campain CPC, publisher melakukan klik sendiri di link afiliasinya. Dimana seharusnya klik tersebut diwajibkan berasal dari sumber / IP yang berbeda.
  3. Melakukan sendiri action / transaksi pembelian untuk campaign berjenis CPA purchase dimana campaign tersebut tidak mengijinkan self conversion dan publisher mengklaim reward dari action sendiri tersebut.

Catatan : Ada beberapa campaign ACCESSTRADE yang mengijinkan self conversion, keterangan ini bisa publisher dapatkan pada halaman detail campaign.

  1. Melakukan action sendiri pada campaign CPA register dengan memberikan data palsu.
  2. Publisher menempatkan cookies tanpa persetujuan visitor atau biasa disebut “ cookie-stuffing”. Dimana saat visitor mengunjungi website publisher pada halaman atau pop up tertentu, browser visitor akan terpasang cookies. Ketika visitor tersebut melakukan pembelian di website advertiser tanpa melalui link afiliasi publisher, publiser tetap mendapatkan komisi.
  3. Mirip seperti poin 5, bedanya publisher memakai program spyware/adware yang fungsinya memantau browser dari visitor yang pernah mengunjungi web/blog publisher. Ketika visitor mengunjungi website advertiser dan melakukan transaksi, program spyware akan melakukan klik pada link afiliasi yang menjadikan seolah transaksi organik tersebut berasal dari link afiliasi publisher.

Masih banyak contoh lain dari fraud. Karena teknologi internet terus berkembang, demikian juga cara fraud akan terus berkembang. Pada prisnsipnya adalah, marketing afiliasi merupakan situasi yang saling menguntungkan (win-win situation) antara publisher, advertiser, konsumen (visitor) dan pemilik platform. Advertiser mendapat konsumen baru, konsumen terbantu mendapat informasi dari web publisher sebelum membeli produk dan platform afiliasi beserta publisher mendapat komisi.

Contoh-contoh diatas merupakan jenis fraud yang selama ini terjadi. Tidak menutup kemungkinan akan ada skenario fraud lain di kemudian hari. Dan apapun skenario fraud yang terjadi, platform afiliasi termasuk ACCESSTRADE akan memberikan sanksi tegas kepada pelakunya.

Memasang Banner Pada Website Yang Berbeda

Memiliki beberapa website untuk afiliasi memang merupakan salah satu cara untuk sukses di bisnis afiliasi. Tetapi ada beberapa publisher yang justru melihatnya sebagai celah untuk melakukan pelanggaran, yaitu dengan memasang banner di website yang berbeda dengan yang di pakai untuk mendaftar campaign.

Contoh : Publisher memiliki 2 website A dan B yang didaftarkan pada platform afiliasi. Lalu mendaftar di campaign A dengan memakai website A. Setelah website tersebut disetujui, publisher memanfaatkan kode link yang sudah bisa ia dapatkan dan memasangnya bukan hanya di website A miliknya, tapi juga di website B yang belum pernah di review oleh advertiser pemilik campaign A.

Hal ini menjadi sebuah pelanggaran karena advertiser menyetujui pendaftar campaign berdasarkan kategori dan konten dari website yang dipakai untuk mendaftar, bukan dari berdasarkan nama publisher. Inilah sebabnya sebelum bisa mendapatkan kode link campaign, publisher harus menunggu persetujuan dari advertiser terlebih dahulu.

Memasang Banner Pada Website Yang Tidak Terdaftar

Pelanggaran jenis ini mirip dengan pembahasan sebelumnya diatas. Perbedaannya adalah publisher bukan hanya memasang banner / link afiliasi pada website yang berbeda. Tetapi memasangnya pada website lain yang belum terdaftar di ACCESSTRADE (platform afiliasi).

 

Hal yang diperbolehkan

Lalu apa saja hal-hal yang diperbolehkan dalam menjalani marketing afiliasi? Kami kumpulkan beberapa untuk anda :

Mendaftarkan lebih dari satu website untuk satu akun

Dalam menjalankan afiliasi, anda diperbolehkan mendaftarkan lebih dari satu website. Kenyataannya hal ini sangat disarankan apalagi kalau anda memiliki beberapa kategori yang anda kuasai. Selain itu, anda juga bisa menggunakan website / blog anda untuk fokus ke satu kategori sehingga konten yang ada didalamnya. Anda juga bisa memilih kategori yang saling berhubungan. Contoh : apabila website / blog anda berisi tentang kecantikan (beauty), anda juga bisa membuat satu blog/website lagi yang berisi tentang fashion karena banyak orang menghubungkan kecantikan seseorang dengan pakaian yang dipakai. Dengan begitu, anda juga bisa memiliki bukan hanya dari advertiser.

Mendaftarkan lebih dari satu campaign untuk satu website

Anda juga diperbolehkan untuk mendaftarkan beberapa campaign menggunakan satu website. Hanya saja disarankan campaign-campaign tersebut memiliki hubungan antara konten dengan kategori produk dari campaign yang anda daftar. Contoh : website / blog anda berisi tentang wisata, anda bisa memiliki afiliasi dari sistem booking hotel (akomodasi) dan penjualan tiket pesawat / kereta (transportasi).

Kesimpulan

Seperti telah disebutkan diatas, marketing afiliasi merupakan kondisi saling menguntungkan antara : advertiser, publisher dan platform. Apabila dalam prakteknya ada kejadian yang merugikan salah satu pihak, maka kemungkinan besar terjadi kecurangan yang dilakukan salah satu pihak.